Curiosity melihat ‘bunga’ Mars terbentuk dari batu

Penjelajah Curiosity NASA, yang saat ini menjelajahi Mars, telah menemukan formasi batuan yang menarik dalam bentuk bunga. Objek kecil, lebih kecil dari satu sen, dicitrakan oleh kamera Mars Hand Lens Imager (MAHLI) Curiosity yang berada di ujung lengan robotnya.

“Berhenti dan kecilkan ‘bunga’ Mars,” tulis NASA di Indonesia. “Pada 24 Februari 2022, penjelajah @MarsCuriosity kami menangkap gambar batu seperti bunga ini. Lebih kecil dari satu sen, ini dan serangkaian temuan lainnya memberi para ilmuwan wawasan tentang masa lalu kuno Planet Merah.

Artefak batu seperti bunga yang dicitrakan oleh penjelajah Curiosity Mars NASA menggunakan Mars Hand Lens Imager.
Lebih kecil dari satu sen, artefak batu seperti bunga di sebelah kiri dicitrakan oleh penjelajah Curiosity Mars NASA menggunakan kamera Mars Hand Lens Imager (MAHLI) di ujung lengan robotnya. Gambar itu diambil pada 24 Februari 2022, hari Mars ke-3.396, atau sol, dari misi tersebut. NASA/JPL-Caltech/MSSS

Keingintahuan menemukan objek pada hari Mars ke-3396 misinya, saat sedang menjelajahi area Mars yang disebut Pedimen Greenheugh. Rover sedang menyelidiki batuan sedimen di daerah ini dan menggunakan kamera mahli untuk melihat tekstur pada batuan serta instrumen Mastcam dan ChemCam untuk mempelajari lebih lanjut tentang komposisi batuan ini. Selain memotret bentuk batuan yang mencolok, Curiosity juga mengumpulkan gambar untuk membentuk empat gambar mosaik yang akan menutupi beberapa batuan dan endapan pasir yang lebih jauh.

Adapun batu berbentuk bunga, menurut NASA, tidak terbentuk dari proses organik apa pun, melainkan dibuat oleh endapan mineral yang dibawa dalam air. Mars sekarang adalah planet kering dengan hampir tidak ada air cair di permukaannya, tetapi jutaan tahun yang lalu ada air berlimpah di sana yang mengalir di sungai dan menciptakan formasi yang masih ada di sana sampai sekarang.

“”Bunga”, bersama dengan artefak batu bulat terlihat di sebelah kanan [of the image]dibuat di masa lalu ketika mineral yang dibawa oleh air menyemen batu tersebut,” Jet Propulsion Laboratory NASA menulis. “Keingintahuan di masa lalu telah menemukan berbagai macam fitur kecil serupa yang terbentuk ketika cairan mineralisasi berjalan melalui saluran di batu. Gambar fitur tersebut membantu para ilmuwan memahami lebih lanjut tentang sejarah panjang air cair di Kawah Gale.”






Leave a Comment